Kamis, 03 Agustus 2017

Buah Roh

Paulus mengatakan dalam Galatia 5:16: Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Kata “hiduplah” dalam teks aslinya adalah peripateo (περιπατέω), yang artinya adalah membuat jalan, berkebiasaan dan menggunakan kesempatan. “Hiduplah oleh roh” maksudnya agar orang percaya membiasakan diri hidup menurut roh. Roh di sini maksudnya adalah gairah, spirit atau hasrat yang diajarkan Roh Kudus kepada kita. Sebagai hasilnya maka seseorang tidak akan hidup menuruti atau memenuhi keinginan daging. “Menuruti” dalam teks aslinya adalah teleo (τελέω) yang lebih tepat berarti “memenuhi”. Dari ayat ini seakan-akan Paulus hendak mengatakan bahwa hendaknya kita tidak merasa berhutang untuk hidup menuruti daging.

Dengan hidup menuruti roh maka orang percaya dapat tidak menuruti keinginan daging, hal ini sinkron dengan pernyataan Paulus dalam Roma 8:13, Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Orang percaya dipanggil untuk berjuang hidup menurut roh, sebab hal ini tidak bisa terjadi atau berlangsung secara otomatis. Kalau tidak berjuang dengan sungguh-sungguh maka seseorang akan hidup menurut daging, sebab di dalam diri kita ada pertentangan atau konflik antara kehendak roh dan kehendak daging. Paulus menulis hal ini dengan pernyataan: Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki (Gal. 5:17).

Hasil dari perjuangan hidup menurut roh tersebut, seseorang dapat memiliki keberadaan dapat melakukan kehendak Allah, bukan karena terpaksa atau hidup di bawah tekanan bayang-bayang hukuman, tetapi dengan sendirinya dapat melakukan apa yang Allah kehendaki. Paulus menyatakan hal ini dengan pernyataan: Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat (Gal. 5:18). Dalam hal ini seseorang dapat melakukan kehendak Allah bukan karena hukum, tetapi karena irama yang sudah menyatu dalam dirinya. Inilah Kekristenan yang sejati, not just to do but to be. Sampai pada tahap ini nyata bahwa Kekristenan bukanlah agama hukum, tetapi jalan hidup, yaitu cara berpikir seperti cara berpikirnya Tuhan. Dengan demikian maka buah roh dapat dihasilkan.

Selanjutnya Paulus menunjukkan buah-buah daging antara lain: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Orang-orang yang masih mempraktikkan hal ini dalam hidupnya pasti tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Surga. Siapapun orang tersebut, walaupun mengaku Kristen, aktivis, bahkan seorang pendeta. Dalam hal ini jelas bahwa untuk masuk Kerajaan Surga seseorang harus tidak lagi hidup menuruti daging yang dapat menghasilkan buah-buah daging. Orang-orang yang masuk dalam Kerajaan Surga adalah mereka yang hidup menurut roh. Sebagai buktinya adalah memiliki buah roh di dalam hidupnya. Buah roh itu antara lain: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Oleh sebab itu menjadi panggilan yang dapat dikatakan juga sebagai hutang, bahwa orang percaya harus hidup menurut roh. Untuk itu orang percaya harus berjuang menyalibkan daging dengan segala hawa nafsunya. Hal ini tidak bisa dihindari oleh orang yang telah menerima penebusan oleh darah Yesus Kristus, yang segenap hidupnya sudah dimiliki oleh Tuhan (1 Kor. 6:19-20). Untuk itu Paulus tegas mengatakan: Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (Gal. 5:24).
----------------------------------------------
Sumber: www.truth-media.com

bulir-bulir jelai

Selasa, 1 Agustus 2017

Biarkanlah aku pergi ke ladang, dan memungut bulir-bulir jelai. [Rut 2:2]

Orang-orang Kristen yang tertunduk dan mempunyai masalah, sekarang datanglah dan panenlah di ladang janji yang luas. Ini adalah kelimpahan dari janji-janji yang berharga, yang secara tepat memenuhi keinginanmu. Ambil perkataan ini: “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya” [Yes 42:3]. Tidakkah itu sesuai dengan perkaramu? Sehelai buluh, yang tak berdaya, yang tidak berharga, dan lemah, sehelai buluh yang patah terkulai, yang mana tak ada musik dapat datang; sendirinya lebih lemah daripada kelemahan; sehelai buluh, dan sehelai buluh itu pun patah terkulai, meskipun demikian, Dia tidak akan mematahkanmu; tetapi sebaliknya, akan memulihkan dan menguatkanmu. Kamu seperti sumbu yang pudar nyalanya: tak ada terang, tak ada kehangatan, yang dapat datang darimu; tapi Dia tidak akan memadamkanmu; Dia akan menghembuskan napas manis belas kasihan-Nya sampai Dia menyulutmu menjadi kobaran api. Akankah kamu memungut bulir-bulir jelai yang lain? “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” [Mat 11:28] Kata-kata yang begitu halus! Hatimu lembut dan Tuan mengetahui hal tersebut, dan oleh karena itu Dia berbicara begitu lembut kepadamu. Tidakkah kamu akan menuruti Dia, dan datang kepada-Nya bahkan sekarang? Ambil bulir-bulir jelai yang lain: “Janganlah takut, hai si cacing Yakub, Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman Tuhan, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel”. [Yes 41:14] Bagaimana kamu dapat menjadi takut dengan jaminan yang mengagumkan seperti ini? Kamu mungkin mengumpulkan sepuluh ribu bulir-bulir emas seperti ini! “Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup.” [Yes 44:22] Atau ini, “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” [Yes 1:18] Atau ini, “Roh dan pengantin perempuan itu berkata,“Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma.” [Wahyu 22:17] Ladang tuan kita sangat kaya; lihatlah tangan-tangan yang penuh. Lihat, bulir-bulir jelai tergeletak di depanmu, hai orang yang kurang percaya! Kumpulkanlah bulir-bulir itu, buatlah menjadi kepunyaanmu, sebab Yesus menyuruhmu mengambilnya. Jangan takut, percaya saja! Genggamlah janji-janji manis ini, tebah mereka keluar dengan perenungan dan makanlah dari bulir-bulir itu dengan sukacita.
___________________

Sumber: Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

Minggu, 30 Juli 2017

Mata Bercahaya

Mata Bercahaya

Mazmur 19:9 Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.

Salah satu anggota tubuh yang dapat menunjukkan apa yang sedang kita rasakan adalah mata. Lihat saja bagaimana mata akan mengeluarkan air mata ketika kita sedang merasakan kesedihan. Sebaliknya mata kita akan berbinar-binar dan bercahaya ketika sedang dalam keadaan senang. Sukacita dan senangnya anak saya ketika menerima hadiah yang diinginkannya dapat terlihat dari matanya.

Kesukaan pemazmur kepada firman Tuhan membuat matanya bercahaya. Perintah-perintah yang Tuhan berikan membuat pemazmur merasa sangat senang. Mengapa demikian? Karena perintah-perintah Tuhan itu membuat ia semakin mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya. Hal itulah yang membuat pemazmur menyadari betapa berharganya firman Tuhan. Di ayat 11 ia berkata, “ Maka terutamalah ia dari pada emas, bahkan, dari pada banyak emas halus, dan terlebih manis dari pada air madu dan dari pada titisan sarang lebah adanya.” Firman Tuhan itu menjadi hal yang utama dalam hidupnya, melebihi apapun.

Setiap saat kita dapat membaca dan menikmati firman Tuhan melalui Alkitab yang kita baca dan renungkan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita pernah merasakan bahwa firman Tuhan itu menjadi kesukaan dalam hidup kita? Pernahkah Firman itu membuat mata kita bercahaya karena begitu besar kesukaan yang kita terima ketika membaca firman Tuhan tersebut? Jika belum berarti Anda belum “menikmati” firman Tuhan.
------------------------------------------
sumber: www.mpgpps.org

Selasa, 25 Juli 2017

JAMINAN

Jaminan bagian kita.
[Efesus 1:14]

Oh! Betapa cerahnya, betapa bahagianya, betapa terhiburnya, betapa senangnya hati orang yang telah belajar mendapat makanan dari Yesus, dan hanya Yesus. Namun kenyataan yang kita miliki mengenai berharganya Kristus, dalam hidup ini, sebaik-baiknya tidaklah sempurna. Seperti penulis kuno mengatakan, “Ini hanyalah rasa!” Kita telah mengecap "kebaikan Tuhan," [1 Petrus 2:3] tetapi kita masih belum mengetahui seberapa baik dan murah hatinya Dia, meskipun apa yang kita ketahui dari kebaikan Allah membuat kita rindu untuk memperoleh lebih banyak.

Kita telah menikmati karunia sulung dari Roh, dan karunia ini telah menetapkan kita supaya lapar dan haus akan kepenuhan hasil panen anggur Surgawi. Kita mengeluh di dalam diri kita, menunggu adopsi. Di sini kita seperti bangsa Israel di padang belantara, yang hanya memiliki setandan anggur dari Eskol [Bil 13:23], di sana kita akan berada di kebun anggur. Di sini kita melihat manna kecil jatuh, seperti biji ketumbar, namun di sana kita makan roti Surga dan hasil negeri itu [Yos 5:12]. Kita hanya pemula dalam pendidikan rohani; karena meskipun kita telah belajar beberapa huruf pertama dari alfabet, kita masih belum bisa membaca kata-kata, apalagi menyusun kalimat; tetapi seperti kata orang, “Dia yang telah berada di Surga meskipun hanya lima menit, mengetahui melebihi majelis umum para teolog di bumi”.

Saat ini kita memiliki banyak keinginan yang tak terpenuhi, tetapi segera setiap keinginan akan dipenuhi; dan segala kekuatan kita akan menemukan manfaatnya yang termanis di dalam dunia sukacita yang kekal. Wahai orang Kristen, datangkan surga beberapa tahun sebelum saatnya. Dalam waktu yang sangat singkat Anda akan menyingkirkan semua pencobaan-pencobaan dan masalah-masalahmu. Matamu sekarang yang diliputi air mata, tidak akan menangis lagi.

Anda dalam kegirangan yang tak terkatakan akan menatap kemegahan dari Dia yang duduk di atas takhta. Tidak, bahkan, Anda akan duduk di atas takhta-Nya juga. Anda akan menerima bagian dari kemenangan kemuliaan Tuhan; mahkota-Nya, sukacita-Nya, surga-Nya, semua ini akan menjadi milikmu, dan Anda akan menjadi pewaris bersama Dia yang adalah pewaris segala sesuatu.

____________________
Sumber: Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

Kamis, 20 Juli 2017

DUSTA

"Dusta"

Efesus 4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

Dewasa ini kejujuran dinilai mahal harganya, karena telah terjadi pergeseran nilai-nilai di tengah masyarakat sehingga seringkali orang yang jujur justru dimusuhi atau terasing dari komunitas yang menghalalkan dusta. Pendek kata, dusta kadang-kadang dianggap sebagai hal yang biasa dan wajar, apalagi terhadap apa yang dikategorikan sebagai “dusta atau bohong putih.”

Fakultas kedokteran “Temple University” pernah mengadakan penelitian menarik tentang kebohongan. Mereka membentuk dua kelompok. Para anggota kelompok pertama diminta menceritakan sebuah kebohongan. Sedangkan masing-masing orang dari kelompok kedua diminta untuk berkata benar. Selama aktivitas itu, respons otak mereka dianalisa dengan mesin MRI. Hasilnya mencengangkan, ternyata para pembohong mengaktifkan sembilan area di otaknya, sedangkan orang yang berkata jujur hanya memakai empat area. Untuk berdusta, ternyata otak bekerja dua kali lebih keras dibanding dengan berkata jujur. Namun kenyataannya, tidak jarang kita menemukan orang yang lebih suka berdusta daripada berkata apa adanya.

Menyadari hal-hal di atas seharusnya kita membuang segala dusta dari hidup kita dan mulai belajar untuk lebih jujur dalam segala hal dan aspek hidup. Ingatlah bahwa firman Tuhan mengatakan: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari itu berasal dari si jahat” (Mat. 5:37).
---------------------------------------------------
Sumber: www.mpgpps.org

Rabu, 19 Juli 2017

INTEGRITAS

1 Petrus 4:11 “Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus...”

suatu kali pemilik perusahaan otomotif legendaris Mercedez Benz membutuhkan tukang ledeng untuk memperbaiki kran dirumahnya yang bocor. Kemudian ia menghubungi Christopher L.Jr, seorang tukang ledeng yang direkomendasikan oleh temannya. Dengan tidak mengetahui status tuannya, Chris melakukan pelayanan yang sangat baik dan totalitas. Setelah 2 minggu berlalu, Chris menelpon Benz untuk menanyakan apakah ledengnya sudah benar-benar baik dan tidak bermasalah lagi. Alhasil, melalui sikap pelayanannya yang luar biasa, Chris dipekerjakan oleh Benz diperusahaannya dan diangkat sebagai General Manager Public Relatian and Satisfaction Constumer.

Menurut KBBI, integritas merupakan mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi/kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Sebagaimana definisi tersebut, rasul Petrus dalam suratnya yang disampaikan kepada orang-orang percaya yang berada diperantauan mengajarkan agar setiap orang percaya berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah dan melayani dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, sehingga melalui kehidupannya dapat mempermuliakan nama Tuhan.

Setiap kita orang percaya pasti merindukan kehidupannya dipromosikan Tuhan, seperti apa yang telah dialami Christopher L.Jr. Kuncinya adalah memiliki integritas. Dengan demikian, kehidupan kita boleh menjadi berkat dan mempermuliakan nama Tuhan.
------------------------------------------------

Sumber: www.mpgpps.org

Selasa, 18 Juli 2017

Membayar Hutang

Dalam tulisannya Paulus menyatakan: Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah (Rm. 8:12-14). Jelas sekali bahwa orang percaya adalah orang berhutang. Dalam hal ini tidak ada sesuatu yang gratis sama sekali dalam kehidupan ini. Keselamatan adalah gratis, artinya penebusan berikut kuasa (exousia) atau sarana untuk dapat dikembalikan ke rancangan Allah semula diberikan cuma-cuma. Kita memperolehnya tanpa terlebih dahulu berbuat baik atau melakukan jasa apa pun. Tetapi dalam menjalani atau mengerjakan keselamatan tersebut, kita harus berjuang (Flp. 2:12-13). Bukan sesuatu yang gratis, artinya tidak dapat terjadi atau berlangsung dengan sendirinya.

Dengan demikian orang yang mengaku Yesus sebagai Juruselamat mengalami penebusan dan menerima kuasa atau sarana keselamatan. Oleh sebab itu orang percaya harus mengerjakan proses dikembalikannya ke rancangan semula atau mengerjakan keselamatannya. Hal ini sama seperti hutang yang harus dibayar. Hutang di sini bukanlah hutang yang harus dibayar oleh Tuhan Yesus. Ini adalah hutang yang harus kita sendiri yang membayarnya. Tentu dalam pimpinan Roh Kudus.

Terkait dengan hal hutang ini kita harus menemukan dua jenis hutang. Pertama, hutang dosa yang hanya dapat dibayar oleh Tuhan Yesus di kayu salib; Tuhan Yesus membayar semua hutang akibat perbuatan dosa manusia. Semua akibat dosa dipikul oleh Tuhan Yesus di kayu salib. Pengorbanan Tuhan Yesus selain memikul dosa manusia juga menyediakan sarana keselamatan. Di sini orang percaya menerima penebusan. Itulah sebabnya orang yang mengakui korban Yesus di kayu salib harus menggunakan sarana tersebut untuk menanggulangi kodrat dosa di dalam dirinya. Hukuman dosa dipikul Tuhan Yesus di kayu salib, tetapi hukum atau kodrat dosa dalam diri seseorang harus digarap bersama, yaitu oleh masing-masing individu bersama dengan Roh Kudus. Itulah sebabnya orang percaya harus hidup dalam pimpinan Roh Kudus.

Dalam Roma 8:3, Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging. Dosa dilakukan dalam daging, maka daging juga yang harus memikul akibatnya. Tentu daging manusia, bukan daging binatang. Daging dan darah binatang hanya gambaran, simbol atau voucher dan tindakan profetis terhadap daging. Darah Anak Manusia, yaitu darah Tuhan Yesus, yang harus ditumpahkan sebagai solusi satu-satunya.

Hutang yang kedua, adalah hutang kita yang telah menerima penebusan oleh darah Yesus Kristus. Kalau Tuhan Yesus telah membayar hutang akibat dosa dan kesalahan kita, sekarang kita harus membayar hutang untuk hidup sesuai dengan maksud pembayaran hutang itu dilakukan oleh Yesus, yaitu agar kita hidup menurut roh. Hal ini sama dengan dikembalikan ke rancangan Allah semula. Banyak orang Kristen yang berpikir bahwa semua hutang telah dibayar oleh Tuhan Yesus, sehingga orang percaya tidak perlu berbuat apa-apa lagi. Mereka merasa sudah selamat. Harus diperhatikan, kalau dikatakan bahwa kita adalah orang yang berhutang, berarti kita harus berbuat sesuatu untuk membayar hutang tersebut. Dalam teks aslinya kata hutang adalah opheiletes (ὀφειλέτης). Kata opheiletes bisa berarti one who owes another, a debtor, one held by some obligation, bound by some duty (Orang yang berhutang, seorang debitur, seorang yang memegang beberapa kewajiban, terikat oleh suatu tugas). Pada umumnya para penerjemah Alkitab menafsirkan sebagai a debtor (seorang yang berhutang).

Ketika seseorang mendapat kesempatan untuk berbuat dosa, yaitu memuaskan daging atau keinginannya sendiri, pada waktu itulah ia berkesempatan untuk membayar hutangnya. Kesempatan berbuat dosa, bukanlah kesempatan untuk memuaskan daging, tetapi kesempatan untuk membayar hutang. Jadi, kepada orang yang dikasihi Tuhan, untuk dapat membayar hutangnya, maka ia akan memiliki banyak kesempatan (diberi Tuhan kesempatan) berbuat banyak hal yang dapat memuaskan dagingnya atau melakukan apa yang menyenangkan hatinya dengan berbagai hal. Hendaknya ia tidak mengikuti kehendak sendiri tersebut, tetapi menuruti kehendak Allah atau hidup menurut roh. Itulah kesempatan untuk membayar hutang dan menyukakan hati Tuhan.
-----------------------------------------------------

Sumber: www.truth-media.com