Minggu, 01 Mei 2016

Jangan tamak!

Baca: Amsal 11:1-31

"Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda."  Amsal 11:28


         Tidak ada seorang pun manusia di dunia ini mau hidup dalam kemiskinan atau hidup dalam kekurangan.  Semua orang ingin hidup berkecukupan dan berkelimpahan materi.  Harta atau kekayaan menjadi dambaan setiap orang.  Secara manusia keinginan seperti itu tidaklah salah dan juga bukanlah dosa.  Namun bila kita tidak berhati-hati dalam mengejar kekayaan, kita akan jatuh, "Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.  Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."  (1 Timotius 6:9-10).  Karena itu kita harus selalu waspada agar kita tidak terjerat dalam ketamakan ketika kita mengejar harta atau kekayaan.

     Pemahaman kita terhadap kekayaan akan menentukan sikap hati kita terhadap kekayaan itu sendiri.  Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:  pertama, sebesar apa pun kekayaan yang kita peroleh tidak akan pernah memberikan rasa cukup.  "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia."  (Pengkotbah 5:9).  Kita akan selalu merasa kurang dan kurang.  Akibatnya kita terus bekerja keras siang dan malam supaya kekayaan kita terus bertambah.  Tidak sedikit dari kita yang akhirnya sampai lupa waktu:  lupa berdoa, lupa baca firman dan lupa ibadah, karena terus 'kejar setoran'.

     Kedua, kekayaan itu tidak kekal.  Dikatakan, "Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar."  (1 Timotius 6:7).  Kita tidak akan membawa apa-apa ketika kita mati kelak.  Apalah artinya hidup ini bila kita berlimpah kekayaan di dunia fana, tetapi kelak kita akan binasa?  FirmanNya menasihati, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya."  (Matius 6:19-20).

Baca:  Lukas 12:13-21

"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."  Lukas 12:15

Rasul Paulus berpesan kepada Timotius untuk memperingatkan orang kaya  "...agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati."  (1 Timotius 6:17), karena kekayaan itu hanya bersifat sementara.  Karena itu mereka (orang kaya) harus banyak  "...berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya."  (1 Timotius 6:18-19).  Sering kita temui banyak orang kaya yang malah pelit dan kikir, kurang peka terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya yang hidup dalam kekurangan.  Kalaupun tergerak hati untuk menolong, itu pun karena ada motivasi tertentu:  supaya dipuji dan dihormati, supaya namanya tertulis di media atau tampil di layar kaca dan sebagainya, sehingga Alkitab menegaskan bahwa orang yang kikir tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.  (baca 1 Korintus 6:9-10).

     Ketiga, kekayaan dapat menjerumuskan kita dalam dosa.  Demi mengejar harta kekayaan, seseorang akan nekat melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji, melanggar hukum dan menyimpang dari kebenaran firman Tuhan:  menipu, korupsi, merampok dan sebagainya.  Ketamakan telah menjerat hatinya!  Alkitab dengan tegas menyatakan,  "...akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."  (1 Timotius 6:10).  Bukan hanya itu, seringkali dengan kekayaan yang dimiliki, seseorang menjadi sombong atau tinggi hati.

     Berhati-hatilah!  Jangan sampai kita mencintai uang lebih dari segalanya karena hal itu dapat membuat kita menjadi tamak terhadap kekayaan.  Belajarlah juga untuk mencukupkan diri dengan berkat yang ada.

Jangan sekali-kali mengandalkan kekayaan karena itu bersifat tidak pasti  (baca  Amsal 23:4-5), tapi andalkan Tuhan dalam segala hal dan gunakan kekayaan yang ada sebagai sarana untuk memuliakan nama Tuhan, dan menjadi saluran berkat bagi orang lain!


Source: www.jc-kok.blogspot.co.id

bapa segala dusta

FATHER OF LIES

Ayat bacaan: Yohanes 8:44
====================
"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta."

Teknologi perfilman Hollywood saat ini semakin hebat. Kalau kita lihat bagaimana efek visual semenjak tahun 30an sampai hari ini, kita melihat adanya perkembangan yang sangat pesat. Apa sih efek yang tidak atau belum bisa dibuat hari ini? Film 2012 menggambarkan dunia yang kiamat, dan itu tampak sangat nyata. Atau Jurrasic Park yang efeknya begitu mencengangkan, seolah dinosaurus benar-benar ada lagi di muka bumi ini. The Avengers menampilkan begitu banyak adegan spektakuler lewat peperangan antara tim superhero dengan musuh yang siap menghancurkan dunia dan sebagainya. Settingan masa lalu sejak jaman prasejarah hingga gambaran futuristik semua bisa ditampilkan dengan sangat baik seperti nyata oleh para ahli spesial efek di sana. Seolah itu nyata, tetapi tentu saja tidak. Film 2012 menampilkan dunia kiamat seperti ramalan sebagian orang beberapa tahun lalu sebelum memasuki tahun tersebut, tapi hari ini bumi masih ada dan kita masih tinggal di dalamnya. Para pesulap sejak berabad-abad silam juga bisa melakukan trik-trik yang menipu mata dengan teknik dan kecepatan tangannya. Ada yang disebut illusionist yang jago dalam hal menipu mata kita dengan ilusi-ilusi yang mereka ciptakan.

Prinsip iblis dalam menipu pun begitu. Kalau dianggap karir, iblis sudah punya reputasi mengkilat dalam menipu, mengelabui dan menjebak manusia sangat lama, bahkan sejak kejadian di taman Eden ketika ia mempengaruhi Hawa. Iblis telah berulangkali menunjukkan kemampuannya dalam menipu sepanjang Alkitab, dan akan terus berusaha melakukannya sampai kapanpun. Itu memang pekerjaannya, itu hobinya. Itu kesukaannya. Bukan saja melakukan tipuan-tipuan untuk melemahkan iman kita, iblis juga sanggup meniru berbagai kuasa yang dikerjakan Tuhan.

Contoh nyata akan hal ini bisa kita lihat dalam Keluaran 7 pada saat Musa dan Harun pergi menghadap Firaun untuk memperingatkannya. Ketika itu Harun melemparkan tongkatnya di depan Firaun dan anak buahnya seperti yang diperintahkan Tuhan, dan tongkatnya kemudian berubah menjadi ular. (Keluaran 7:10). Lalu apa yang terjadi? "Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera mereka." (ay 11). Liihatlah bahwa iblis mampu meniru mukjizat Tuhan yang secara kasat mata persis sama. Tetapi dalam ayat selanjutnya kita bisa melihat bahwa kuasa Tuhan lebih besar daripada imitasi mukjizat yang sanggup dilakukan iblis. Satu tongkat harun yang dipakai Tuhan sanggup menelan semua tongkat para penyihir itu sekaligus dengan kuasa iblisnya. (ay 12).

Iblis punya kemampuan untuk membuat hal-hal yang akan terlihat sangat menyerupai mukjizat-mukjizat Tuhan. Soal menipu, iblis memang ahlinya. Tapi ingatlah bahwa semua itu hanya tipuan. Iblis akan selalu berusaha untuk membuat kita tidak lagi percaya kepada janji-janji Tuhan. Dia akan selalu mencoba menipu kita lewat berbagai iming-iming yang akan kelihatan sangat nikmat dan menyenangkan. Iblis akan melakukan berbagai trik dan manuver-manuver untuk menjauhkan kita dari keselamatan yang sudah dijanjikan Tuhan. Iblis akan mencoba menipu kita dengan mendorong rasa bersalah akibat perbuatan-perbuatan di masa lalu, padahal saat kita bertobat kita bukan saja sudah diampuni tapi sudah dibenarkan. Iblis suka sekali melakukan itu.

Iblis juga beraninya tak tanggung-tanggung dalam mencoba menipu dan menjebak. Bahkan berani menyasar Yesus sebagai korbannya. Dan itu dicatat Alkitab dalam Matius pasal 4.   ayat 1-11. Lihat bagaimana lihainya iblis dalam melancarkan serangan. "Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (ay 8-9). Tidakkah semua ini menggiurkan? Tapi Yesus tidak terpengaruh. Maka jawaban Yesus pun seharusnya menjadi jawaban kita pula terhadap tipuan-tipuan iblis. "Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ay 10).

Begitu ahlinya iblis dalam menipu hingga dikatakan iblis adalah bapa segala dusta, bapa segala tipu, seperti kata Yesus. "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." (Yohanes 8:44). Iblis itu pendusta dan bapa segala dusta. Iblis sejak semula selalu mencoba menjauhkan kita dari kebenaran, melemahkan kita, menghancurkan kita dan akhirnya membinasakan kita sampai habis. Ia tahu titik mana yang harus diserang, apa yang menjadi titik lemah kita dan dari sanalah ia akan masuk untuk menghancurkan kita dari dalam. Bisa juga menyerang kita lewat orang lain atau kondisi-kondisi di sekitar kita. Apapun itu, lewat manapun, dia akan selalu mencoba. Kalau tidak hati-hati, semua yang kita bangun selama ini bisa musnah. Iblis itu pendusta dan bapa segala dusta. He is the liar himself and the father of lies and of all that is false. Iblis bukan cuma menipu dengan muncul kasat mata seperti apa yang kita lihat di film-film horror, tapi iblis pun melakukan banyak tipuan yang tidak kasat mata dengan tujuan melemahkan iman kita, menjauhkan kita dari kebenaran dan menggagalkan kita menerima keselamatan. Ia bahkan tahu bagaimana mengemas dan memoles tipuannya sedemikian rupa sehingga kita bisa terjebak. Semua ini jelas harus kita waspadai.

Bagaimana dengan posisi kita sebagai anak-anak Tuhan? Yohanes menyebutkan seperti ini: "Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat."(1 Yohanes 5:19). Seluruh dunia ada di bawah kekuasaan tipunya, namun kita harus menyadari bahwa lewat Kristus kita sudah menjadi ciptaan baru yang berasal dari Allah dan bukan lagi dari dunia. "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal." (ay 20).

Petrus mengingatkan kita: "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Perhatikan baik-baik ayat ini. Dikatakan bahwa iblis hanya bisa mengaum-ngaum dari luar. Dia tidak akan bisa berbuat apa-apa apabila kita tetap berada dalam pagar iman bersama Tuhan. Iblis hanya bisa berputar-putar mencari orang-orang yang bisa ditelannya tetapi ia tidak akan pernah bisa menerkam ketika kita berada dalam benteng Firman Tuhan dan dipenuhi Roh Kudus. Sadarilah bahwa Yesus sudah mengalahkan iblis dengan gemilang dan apa yang tinggal hanyalah tipuannya belaka. Tajinya sudah tidak ada lagi, apa yang bisa ia lakukan tinggal mencoba membodohi kita. Iblis bisa mengaum-aum mencari mangsa, namun ia tidak akan bisa masuk menerkam kita jika kita tidak membuka celah apapun.Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali kita mengizinkannya.

Seperti hebatnya para ahli visual efek membuat ilusi-ilusi visual yang seperti nyata, demikianlah iblis mencoba mengelabui kita. Dia siap menawarkan tipuan-tipuan yang mungkin terlihat menggiurkan penuh dengan kenikmatan, tetapi di balik itu semua ada jebakan-jebakan terbentang yang siap untuk membinasakan kita. Atau tipuan-tipuan yang menyasar langsung titik lemah kita. Iblis tahu dan akan terus mencoba. Kalau kita membiarkan kelemahan kita terbuka dan tidak cepat diatasi, itu akan menjadi target empuk baginya untuk menghancurkan kita.

Iblis adalah penipu ulung, bapa segala dusta dan pembunuh manusia. Kalau kita tahu bahwa itu semua hanyalah trik belaka, kalau kita tidak membiarkan kelemahan kita terekspos dan kemudian kita benahi, kalau kita tetap hidup dalam firman dan menyadari kasih karunia Tuhan yang dilimpahkan pada kita, seharusnya kita tidak perlu takut. Iblis cuma bisa mengaum mencoba mencari celah terbuka, dan kalau celahnya ditutup dia tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi. Jagalah mata, hati dan pikiran kita agar jangan terjebak dengan tipuan dan trik dari iblis yang sudah tidak berkuku lagi. Tetaplah pegang janji Tuhan. Teruslah baca Firman agar anda tahu apa saja yang dijanjikan dan diberikan Tuhan pada anda, agar anda tahu apa isi hati dan keinginanNya, dan anda paham bagaimana prinsip hidup menurut Kerajaan Allah. Lalu percayalah tetap kepada kebenaran dan jangan tergiur kepada hal-hal yang ditawarkan sosok yang tidak pernah berpihak pada kebenaran. Iblis hanya menipu dan akan terus menipu. Don't let yourself be fooled. 

Knowing God's truth will prevent you from being fooled 

Source: Renungan Harian Online


bapa segala dusta

FATHER OF LIES

Ayat bacaan: Yohanes 8:44
====================
"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta."

Teknologi perfilman Hollywood saat ini semakin hebat. Kalau kita lihat bagaimana efek visual semenjak tahun 30an sampai hari ini, kita melihat adanya perkembangan yang sangat pesat. Apa sih efek yang tidak atau belum bisa dibuat hari ini? Film 2012 menggambarkan dunia yang kiamat, dan itu tampak sangat nyata. Atau Jurrasic Park yang efeknya begitu mencengangkan, seolah dinosaurus benar-benar ada lagi di muka bumi ini. The Avengers menampilkan begitu banyak adegan spektakuler lewat peperangan antara tim superhero dengan musuh yang siap menghancurkan dunia dan sebagainya. Settingan masa lalu sejak jaman prasejarah hingga gambaran futuristik semua bisa ditampilkan dengan sangat baik seperti nyata oleh para ahli spesial efek di sana. Seolah itu nyata, tetapi tentu saja tidak. Film 2012 menampilkan dunia kiamat seperti ramalan sebagian orang beberapa tahun lalu sebelum memasuki tahun tersebut, tapi hari ini bumi masih ada dan kita masih tinggal di dalamnya. Para pesulap sejak berabad-abad silam juga bisa melakukan trik-trik yang menipu mata dengan teknik dan kecepatan tangannya. Ada yang disebut illusionist yang jago dalam hal menipu mata kita dengan ilusi-ilusi yang mereka ciptakan.

Prinsip iblis dalam menipu pun begitu. Kalau dianggap karir, iblis sudah punya reputasi mengkilat dalam menipu, mengelabui dan menjebak manusia sangat lama, bahkan sejak kejadian di taman Eden ketika ia mempengaruhi Hawa. Iblis telah berulangkali menunjukkan kemampuannya dalam menipu sepanjang Alkitab, dan akan terus berusaha melakukannya sampai kapanpun. Itu memang pekerjaannya, itu hobinya. Itu kesukaannya. Bukan saja melakukan tipuan-tipuan untuk melemahkan iman kita, iblis juga sanggup meniru berbagai kuasa yang dikerjakan Tuhan.

Contoh nyata akan hal ini bisa kita lihat dalam Keluaran 7 pada saat Musa dan Harun pergi menghadap Firaun untuk memperingatkannya. Ketika itu Harun melemparkan tongkatnya di depan Firaun dan anak buahnya seperti yang diperintahkan Tuhan, dan tongkatnya kemudian berubah menjadi ular. (Keluaran 7:10). Lalu apa yang terjadi? "Kemudian Firaunpun memanggil orang-orang berilmu dan ahli-ahli sihir; dan merekapun, ahli-ahli Mesir itu, membuat yang demikian juga dengan ilmu mantera mereka." (ay 11). Liihatlah bahwa iblis mampu meniru mukjizat Tuhan yang secara kasat mata persis sama. Tetapi dalam ayat selanjutnya kita bisa melihat bahwa kuasa Tuhan lebih besar daripada imitasi mukjizat yang sanggup dilakukan iblis. Satu tongkat harun yang dipakai Tuhan sanggup menelan semua tongkat para penyihir itu sekaligus dengan kuasa iblisnya. (ay 12).

Iblis punya kemampuan untuk membuat hal-hal yang akan terlihat sangat menyerupai mukjizat-mukjizat Tuhan. Soal menipu, iblis memang ahlinya. Tapi ingatlah bahwa semua itu hanya tipuan. Iblis akan selalu berusaha untuk membuat kita tidak lagi percaya kepada janji-janji Tuhan. Dia akan selalu mencoba menipu kita lewat berbagai iming-iming yang akan kelihatan sangat nikmat dan menyenangkan. Iblis akan melakukan berbagai trik dan manuver-manuver untuk menjauhkan kita dari keselamatan yang sudah dijanjikan Tuhan. Iblis akan mencoba menipu kita dengan mendorong rasa bersalah akibat perbuatan-perbuatan di masa lalu, padahal saat kita bertobat kita bukan saja sudah diampuni tapi sudah dibenarkan. Iblis suka sekali melakukan itu.

Iblis juga beraninya tak tanggung-tanggung dalam mencoba menipu dan menjebak. Bahkan berani menyasar Yesus sebagai korbannya. Dan itu dicatat Alkitab dalam Matius pasal 4.   ayat 1-11. Lihat bagaimana lihainya iblis dalam melancarkan serangan. "Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (ay 8-9). Tidakkah semua ini menggiurkan? Tapi Yesus tidak terpengaruh. Maka jawaban Yesus pun seharusnya menjadi jawaban kita pula terhadap tipuan-tipuan iblis. "Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ay 10).

Begitu ahlinya iblis dalam menipu hingga dikatakan iblis adalah bapa segala dusta, bapa segala tipu, seperti kata Yesus. "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." (Yohanes 8:44). Iblis itu pendusta dan bapa segala dusta. Iblis sejak semula selalu mencoba menjauhkan kita dari kebenaran, melemahkan kita, menghancurkan kita dan akhirnya membinasakan kita sampai habis. Ia tahu titik mana yang harus diserang, apa yang menjadi titik lemah kita dan dari sanalah ia akan masuk untuk menghancurkan kita dari dalam. Bisa juga menyerang kita lewat orang lain atau kondisi-kondisi di sekitar kita. Apapun itu, lewat manapun, dia akan selalu mencoba. Kalau tidak hati-hati, semua yang kita bangun selama ini bisa musnah. Iblis itu pendusta dan bapa segala dusta. He is the liar himself and the father of lies and of all that is false. Iblis bukan cuma menipu dengan muncul kasat mata seperti apa yang kita lihat di film-film horror, tapi iblis pun melakukan banyak tipuan yang tidak kasat mata dengan tujuan melemahkan iman kita, menjauhkan kita dari kebenaran dan menggagalkan kita menerima keselamatan. Ia bahkan tahu bagaimana mengemas dan memoles tipuannya sedemikian rupa sehingga kita bisa terjebak. Semua ini jelas harus kita waspadai.

Bagaimana dengan posisi kita sebagai anak-anak Tuhan? Yohanes menyebutkan seperti ini: "Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat."(1 Yohanes 5:19). Seluruh dunia ada di bawah kekuasaan tipunya, namun kita harus menyadari bahwa lewat Kristus kita sudah menjadi ciptaan baru yang berasal dari Allah dan bukan lagi dari dunia. "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal." (ay 20).

Petrus mengingatkan kita: "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Perhatikan baik-baik ayat ini. Dikatakan bahwa iblis hanya bisa mengaum-ngaum dari luar. Dia tidak akan bisa berbuat apa-apa apabila kita tetap berada dalam pagar iman bersama Tuhan. Iblis hanya bisa berputar-putar mencari orang-orang yang bisa ditelannya tetapi ia tidak akan pernah bisa menerkam ketika kita berada dalam benteng Firman Tuhan dan dipenuhi Roh Kudus. Sadarilah bahwa Yesus sudah mengalahkan iblis dengan gemilang dan apa yang tinggal hanyalah tipuannya belaka. Tajinya sudah tidak ada lagi, apa yang bisa ia lakukan tinggal mencoba membodohi kita. Iblis bisa mengaum-aum mencari mangsa, namun ia tidak akan bisa masuk menerkam kita jika kita tidak membuka celah apapun.Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali kita mengizinkannya.

Seperti hebatnya para ahli visual efek membuat ilusi-ilusi visual yang seperti nyata, demikianlah iblis mencoba mengelabui kita. Dia siap menawarkan tipuan-tipuan yang mungkin terlihat menggiurkan penuh dengan kenikmatan, tetapi di balik itu semua ada jebakan-jebakan terbentang yang siap untuk membinasakan kita. Atau tipuan-tipuan yang menyasar langsung titik lemah kita. Iblis tahu dan akan terus mencoba. Kalau kita membiarkan kelemahan kita terbuka dan tidak cepat diatasi, itu akan menjadi target empuk baginya untuk menghancurkan kita.

Iblis adalah penipu ulung, bapa segala dusta dan pembunuh manusia. Kalau kita tahu bahwa itu semua hanyalah trik belaka, kalau kita tidak membiarkan kelemahan kita terekspos dan kemudian kita benahi, kalau kita tetap hidup dalam firman dan menyadari kasih karunia Tuhan yang dilimpahkan pada kita, seharusnya kita tidak perlu takut. Iblis cuma bisa mengaum mencoba mencari celah terbuka, dan kalau celahnya ditutup dia tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi. Jagalah mata, hati dan pikiran kita agar jangan terjebak dengan tipuan dan trik dari iblis yang sudah tidak berkuku lagi. Tetaplah pegang janji Tuhan. Teruslah baca Firman agar anda tahu apa saja yang dijanjikan dan diberikan Tuhan pada anda, agar anda tahu apa isi hati dan keinginanNya, dan anda paham bagaimana prinsip hidup menurut Kerajaan Allah. Lalu percayalah tetap kepada kebenaran dan jangan tergiur kepada hal-hal yang ditawarkan sosok yang tidak pernah berpihak pada kebenaran. Iblis hanya menipu dan akan terus menipu. Don't let yourself be fooled. 

Knowing God's truth will prevent you from being fooled 

Source: Renungan Harian Online


Jumat, 29 April 2016

Alasan memuji Tuhan dan bahan bakar memuji Tuhan


Alasan Memuji Allah
Mazmur 65

Terlalu banyak hal dalam hidup kita yang dapat dijadikan alasan untuk memuji Allah. Mazmur ini menyebutkan beberapa hal.

Mazmur ini merupakan nyanyian biasa yang dinyanyikan pada akhir musim panen. Umat Allah mengingat akan kasih setia Tuhan. Di tengah pelanggaran umat-Nya, tetap ada belas kasihan-Nya. Ada pengampunan (4) yang terlihat melalui hujan yang dicurahkan sehingga tanaman dapat bertumbuh dengan baik, bahkan menghasilkan panen yang melimpah.

Pemazmur menyatakan bahwa Allah layak dipuji karena mendengar doa (1-3). Allah memilih dan membawa orang-orang pilihan-Nya mendekat diam di pelataran-Nya (5). Tindakan Allah juga terlihat di alam semesta. Melalui kedahsyatan perbuatan-Nya dan keadilan-Nya, Allah menjawab dan menyelamatkan umat-Nya. Hal ini dapat disaksikan oleh seluruh bumi (6). Allah mampu menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Nya dan Allah memiliki keperkasaan (7). Allah mampu menenangkan baik deru lautan dan gelombang, bahkan manusia dan bangsa-bangsa (8). Kebesaran Allah ini disadari oleh seluruh bumi sehingga semua takut dan bersorak-sorak (9). Allah juga menyediakan yang dibutuhkan manusia, yaitu tanah, air, kelimpahan, dan ketersediaan gandum (10-11). Tuhan memberkati tahun-tahun, waktu yang dilalui oleh alam semesta sehingga semua di dalamnya dapat bersorak-sorak dan bernyanyi-nyanyi (12-14).

Melihat semua catatan di atas, mengapa tidak memuji Tuhan? Sangat mudah untuk melihat kelemahan, kesulitan yang kita hadapi dan mempersalahkan Tuhan. Kalau kita jujur memperhatikan kehidupan saat ini, bagaimana kita masih bisa bertahan dan memperoleh kehidupan seperti sekarang? Semua karena Tuhan bukan datang menolong pada peristiwa tertentu di masa lalu. Tuhan mengampuni dosa-dosa dan memulihkan hubunganNya dengan kita. Dia juga memulihkan dan memberkati kehidupan keseharian kita.

Renungkan: Pujilah Tuhan hai jiwaku karena Dia senantiasa melakukan perbuatan ajaib dalam hidupmu!

Bahan Bakar Pujian
Mazmur 66

Ketika bertemu dengan ibadah di gereja yang tampak suam-suam kuku dan tidak bersemangat, hikmat hari ini biasanya menyatakan bahwa masalahnya ada pada lagu-lagunya, pemimpinnya ataupun alat musiknya. Tampaknya kita lupa dan mengabaikan hal yang lebih penting dari itu, yaitu masalah kehabisan "bahan bakar" untuk ibadah kita. Bahan bakar seperti apakah itu?

Kita melihat dalam Mazmur 66 bahwa pemazmur dikuasai perasaan takjub dan sukacita yang akhirnya menghasilkan ajakan untuk memuji Tuhan (1, 8). Jadi, perasaan takjub dan sukacita itulah yang menjadi "bahan bakar" untuk luapan puji-pujian dan ajakan untuk memuji Allah.

Dari mana "bahan bakar" tersebut diperoleh? Jawabannya terletak pada perenungan yang dilakukan oleh pemazmur atas pengalaman bersama maupun pribadi atas karya Allah. Perasaan takjub dan sukacita itu timbul saat pemazmur mengingat karya-karya Allah yang telah dialami umat-Nya di masa lalu (5-6).

Perasaan sukacita juga timbul tatkala pemazmur merenungkan tentang sosok Allah sebagai Hakim yang berdaulat (6b-7) dan yang berperan sebagai pembebas dan penyelamat umat-Nya (8-12).

Di bagian berikutnya kita melihat bahwa rasa takjub dan sukacita itu juga bersumber dari pengalaman pribadi pemazmur (13-20). Pemazmur mengalami perlakuan Allah yang menakjubkan dan menimbulkan sukacita, yaitu dalam bentuk doa yang didengar (19). Perasaan takjub dan sukacita adalah "bahan bakar" untuk pujian yang otentik. Untuk memperoleh bahan bakar tersebut, kita perlu memerasnya lewat perenungan akan karya dan pribadi Allah. Hari ini kalau ada masalah pada ibadah yang suam-suam kuku, mungkinkah masalahnya terletak pada kondisi kita yang minus refleksi akan karya Allah dan bukannya pada musik ataupun pada jenis lagu yang digunakan?

Renungkan: Mari kita belajar sungguh-sungguh merenungkan segala karya Allah yang telah kita alami dan meresponinya dengan pujian yang sungguh pula.


Sumber:
Santapan harian

Berkat bila mendengar

Santapan Harian
Berkat Bila Mendengar
Ulangan 11:8-32

Banyak hal penting yang terlewatkan hanya karena kelalaian dalam satu hal: mendengar!

Bagi orang Israel, hal mendengar sangat penting, bahkan menjadi satu pengakuan utama. Mendengar di sini menunjuk pada kesungguhan mendengar dan melakukan Firman Tuhan. Ini menjadi syarat agar mereka memiliki kekuatan memasuki negeri yang telah Tuhan janjikan. Itu juga menjadi syarat agar mereka memiliki umur panjang dan menikmati kehidupan dengan segala berkat yang berkelimpahan di tanah Kanaan (21 ). Negeri itu dipelihara Tuhan sepanjang tahun dengan hujan pada masanya, tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan dan rumput untuk ternak mereka. Ini menggambarkan adanya kecukupan bahkan kelimpahan berkat yang mereka terima ketika sungguh-sungguh mendengar perintah dan mengasihi TUHAN, Allah (8-15, 32). Tetapi mereka harus berhati-hati supaya tidak menyimpang dan beribadah kepada allah lain. Hal seperti itu membangkitkan murka Tuhan yang dapat meniadakan hujan atau tanpa berkat bagi tanah mereka dan mereka pun dibinasakan (16-17).

Perintah itu harus nyata bukan hanya di dalam hati, tetapi diberi simbol pada tangan, kaki, dan dahi sebagai panduan dalam apa yang dilakukan dan dijalani serta identitas nyata (18). Bagi Israel perintah ini harus diajarkan intensif berulang-ulang kepada anak-anak di mana dan kapan pun, bahkan diberi simbol di depan rumah (19-20). Jika mereka bersungguh-sungguh, Tuhan juga menjanjikan kemenangan atas segala bangsa hingga tidak ada yang dapat bertahan (22-25). Israel harus memilih mendengarkan perintah dan hasilnya adalah berkat . Atau tidak mendengarkan Tuhan dan hasilnya adalah kutuk serta hukuman (26-28). Berkat dan kutuk ini mereka lakukan dengan mengucapkannya di atas gunung Gerizim dan Ebal.

Renungkan: Tuhan berjanji menyediakan berbagai berkat bagi setiap orang percaya. Kita diminta untuk mendengar firman Tuhan dengan segenap hati. Ketaatan kepada Firman Tuhan memampukan kita hidup dalam rencana Tuhan. [JH]

Sumber:
santapan harian

Kamis, 18 Februari 2016

LGBT menurut BIBLE

God created Adam and Eve; not Adam and Steve. Got it! Any 2nd grader knows this truth. But once the evil public school system gets hold of them, there's no telling what they'll believe and become. If you teach a child that he or she came from stardust, slime and a gorilla; they are not going to have much self-esteem. Yet, retarded society can't figure out why so-and-so does thus-and-so to who-knows-who? It's really not that hard to figure out!

Public school teachers are not allowed to teach about chastity, virtue or character; but they can give out condoms, show Harry Potter movies, and teach New Age horse-manure to the kids. Public school children are being taught that they're victims of Christianity, the big bad wolf who has come only to oppress and frighten the poor little defenseless homosexuals.

We hear much nowadays from the homosexual community about being “born gay.” TV talkshow hosts, the newsmedia and medical professionals have bought into the deception that some people are naturally born HOMOSEXUAL and can't help it. Nothing could be further from the truth.

To say that some people are born homosexual is to say that God makes mistakes. If God creates a man (with a man's reproductive organ), but that man has God-given natural sexual desires for another man, then God made a mistake. The Bible plainly states in Genesis 1:27, "So God created man in his own image, in the image of God created he him; male and female created he them." There is nothing in the Bible about two men getting married, nor two women. Same-sex marriage is sinful in the eyes of God.

God doesn't make mistakes! No one is "born gay." God created male and female, and they have natural sexual attractions one for the other, because they have male and female reproductive organs and genes, respectively. The very idea of two men having sexual relations is against nature. Homosexuality is a mental-illness caused by spiritual wickedness. In fact, the Word of God states this in Romans 1:24-28. Romans 1:26,27 state: "For this cause God gave them up unto vile affections: for even their women did change the natural use into that which is against nature: And likewise also the men, leaving the natural use of the woman, burned in their lust one toward another; men with men working that which is unseemly, and receiving in themselves that recompence of their error which was meet." Clearly, the Bible teaches that heterosexual attraction is natural; BUT homosexuality is abnormal and against nature. 

God doesn't make mistakes! No one is "born gay." If you tell me that some people are "born gay," then you are saying that my God makes mistakes, and my God doesn't make mistakes. Why would God give two men a "natural" attraction one-for-the-other, but then they can't mate and reproduce because they both have male reproductive organs? That would be absurd. Nature itself teaches us that homosexuality is abnormal, messed up and wrong. If homosexual attraction is "natural," then God made a mistake. God doesn't make mistakes! The truth is that no one is "born gay." It's a choice. Homosexuality is a vile lifestyle of lust and shame that one CHOOSES to live.

It is telling that the only type of society that will embrace homosexuality is a sick-minded society that also embraces feminism, fornication, abortion, divorce, pornography, nudity, witchcraft, idolatry and every other form of sin imaginable. This very fact by itself evidences the degenerate sinful nature of homosexuality, which the Old Testament calls sodomy. God curse is upon the United States because of our wickedness and love for wickedness (evidenced by Hollywood's continued success).

Americans can't get enough evil. It's bad enough that we encounter evil all over society today (Victoria's Secret is no longer a secret!); but then people go buy the daily newspaper to read even more smut and filth; but that's not enough so they watch reality TV shows which feature violence, gore and people masochistically wounding themselves and sadistically hurting others; but that's not enough so they must watch the evening news, owned and run by hypocrites who spread the manure of other people's broken lives, destroyed families and evil of every sort; but that's not enough either, so people go buy lots of HollyWEIRD movies saturated with immoral sex, hateful murders, cursing in God's holy name, blaspheming the name of Jesus Christ, feminism, idolatry, all sorts of crime and homosexuality; but still they crave more in their evil hearts (Jeremiah 17:9), and so they watch Late Night Shows that sing about going to Hell, portraying Jesus as a homosexual voyeur who enjoys watching other homosexuals, and they blaspheme everything that's sacred and holy; and on and on it goes. We are a rat-infested, decadent, wormhole society in America.

Sumber:
http://www.jesus-is-savior.com/Evils%20in%20America/Sodomy/adam_and_steve.htm

#BIBLE #HOLYBIBLE #BIBLESAYS #JESUS #GPPSpetraEnde

Minggu, 01 November 2015

Jangan pernah jemu berdoa

JANGAN PERNAH JEMU BERDOA

Baca:  Lukas 18:1-8

"Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"  Lukas 18:8

Apakah Saudara kehilangan semangat dan tidak berselera lagi menjalani aktivitas di pagi ini?  Biasanya pada waktu pagi Saudara mengatur persembahan bagi Tuhan melalui saat teduh, mengapa pagi ini tidak Saudara lakukan?  Jawabnya mungkin sudah jemu.  Secara umum kata jemu berarti sudah tidak suka lagi karena terlalu sering dilakukan, bosan.  Mengapa jemu?  Mungkin karena doa-doa Saudara belum juga dijawab Tuhan hingga sekarang.  Jawaban itu menyiratkan rasa frustasi dan putus asa karena merasa bahwa saat teduh yang selama ini dilakukan sepertinya tiada hasil.  Benarkah demikian?

     Sebagai pengikut Kristus sejati kita harus bertekun di dalam iman dan tidak pernah berhenti membangun persekutuan denganNya.  Tuhan menghendaki agar kita berdoa dengan tidak jemu-jemu apa pun keadaannya.  Mengapa?  Karena doa adalah kekuatan kita yang dapat melindungi kita dari si jahat.  Bila doa-doa Saudara belum beroleh jawaban jangan pernah menyerah dan putus asa;  jangan pernah merasa jemu berdoa.  Berdoalah terus-menerus sampai doa Saudara dijawab Tuhan, sebab ada tertulis:  "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?"  (ayat 7).  Doa yang tidak jemu-jemu adalah bukti bahwa kita punya iman.  Jangan memberi celah kepada Iblis yang tidak pernah berhenti menghasut, melemahkan dan memprovokasi kita dengan hal-hal negatif.  Jangan pula silau mata dengan tawaran-tawaran dunia yang menjanjikan pertolongan instan yang membuat kehidupan doa kita semakin berkurang.  Belajarlah memahami bahwa waktu kita bukanlah waktu Tuhan.  Pemazmur menasihati,  "Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!"  (Mazmur 27:14).

     Dalam pembacaan firman hari ini Tuhan memberikan contoh kegigihan seorang janda yang tidak pernah jemu datang kepada hakim yang lalim agar perkaranya dibela.  Janda itu tidak pernah merasa malu atau sungkan, tetapi ia punya tekad yang sangat kuat.

Karena terus datang kepadanya hakim yang lalim itu pun akhirnya luluh hati dan membenarkan perkara janda itu!

Source:
www.airhidupblog.blogspot.com